salam wbt

Tuesday, June 30, 2009

Karya Dr Fathi Yakan

Karya Fenomenal Fathi Yakan Rahimahullah
Alam Islami
17/6/2009 23 Jumadil Akhir 1430 H Hits: 1,669Oleh: Ulis Tofa, Lc


Syaikh Fathi Yakan Rahimahullah
dakwatuna.com – Beirut - Setelah sekian lama mengarungi perjuangan dakwah Islam. Mencurahkan segenap tenaga, pikiran, waktu bahkan jiwa bagi kemajuan Islam dan umatnya, Syaikh Fathi Yakan dipanggil Allah swt. Innaa Lillaahi Wainnaa Ilaihi Raaji’uun.

Pada Sabtu pagi, 13 Juni 2009 beliau berpulang ke-rahmatullah, di usianya yang ke 76 tahun, setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit “Diu” Bierut, Libanon.

Fathi Yakan dikenal dekat dengan jama’ah Ikhwanul Muslimin, lahir di Tripoli tahun 1933. Beliau meraih gelar doktor di bidang Kajian Islam dan Bahasa Arab.

Pada tahun lima puluhan beliau berjibaku dalam aktifitas Islam. Beliau mendirikan Jama’ah Islam pada awal tahun enam puluhan. Beliau menjabat sebagai Sekretaris Jendral sampai tahun 1992. Beliau mengundurkan diri dari jabatan Sekjen. setelah berhasil mengantarkan Jama’ah Islam pada pemilu legislatif. Selanjutnya beliau lebih fokus pada kerja-kerja di parlemen sampai tahun 1996.

Pada tahun-tahun akhir, beliau memimpin Front Amal Islam. Beliau punya andil besar dalam upaya menghentikan perang “mukhayyam nahr al-Bard” di wilayah Utara Libanon, antara tentara Libanon dengan pergerakan Fatah Islam, yang berlangsung pada musim Panas tahun 2007.

Karya Ilmiyah

Betapa banyak karya ilmiyah beliau yang tetah di bukukan. Yang fenomenal dan tersebar di berbagai dunia Islam dan diterjemahkan ke berbagai bahasa di antaranya:

1. مشكلات الدعوة والداعية (Problematika Dakwah dan Para Dai)
2. كيف ندعو إلى الإسلام؟ (Bagaimana Kita Menyeru Pada Islam)
3. نحو حركة إسلامية عالمية واحدة (Menuju Satu Gerakan Islam Internasional)
4. ( الموسوعة الحركية (جزءان) (Insiklopedi Pergerakan, 2 jilid)
5. ماذا يعني انتمائي للإسلام؟ (Apa Komitmen Saya Terhadap Islam)
6. حركات ومذاهب في ميزان الإسلام (Pergerakan dan Isme dalam Timbangan Islam)
7. الاستيعاب في حياة الدعوة والدعاة (Mengarungi Kehidupan Dakwah)
8. نحو صحوة إسلامية في مستوى العصر (Menuju Kebangkitan Islam di Era Kekinian)
9. المناهج التغييرية الإسلامية خلال القرن العشرين (Manhaj Perubahan Islam di Abad Dua Puluh)
10. الإسلام فكرة وحركة وانقلاب (Islam, Antara Pemikiran, Pergerakan dan Revolusi)
11. الشباب والتغيير (Pemuda dan Perubahan)
12. المتساقطون على طريق الدعوة (Yang Berjatuhan di Medan Dakwah)
13. أبجديات التصور الحركي للعمل الإسلامي (Abjadiyah Tashawwur Pergerakan dalam Timbangan Amal Islami)
14. قطوف شائكة من حقل التجارب الإسلام
Semoga karya-karya ilmiyah beliau menjadi investasi kebaikan berkesinambungan yang memberatkan hasanat beliau, meski jasad berkalang tanah, insya Allah. Rahimahullah Syaikh Fathi Yakan. (it/ut)

Sunday, June 21, 2009

Bersalaman antara pria dan wanita


Bersalaman antara Pria dan wanita Selasa, 09/06/2009 11:56 WIB

Assalamu'alaikum..wr.wb...

Insya'allah mudah-mudahan kita senantiasa dalam lindungan Allah SWT. Amin
Langsung aja nih Ustadz...
Apakah benar bersalaman antara Pria dan Wanita bukan muhrimnya di HARAMKAN....seperti yg pernah saya baca didalam Fiqih Wanita, Mohon penjelasannya Ustadz..??
Terimakasih...mudah-mudahan...bisa dijawab secepatnya...

wassalam

Bunda Ais
Bunda Ais

Jawaban
Waalaikumusalam Wr Wb

Bunda Ais yang dimuliakan Allah swt.
Berjabat tangan antara sesama jenis atau antara seseorang dengan mahramnya adalah sesuatu yang dianjurkan didalam islam bahkan menjadi sarana untuk meluruhkan dosa-dosa diantara mereka yang berjabatan tangan.

Diriwayatkan dari Bukhori dari Qatadah berkata,”Aku berkata kepada Anas apakah berjabat tangan terjadi pada para sahabat Nabi saw?” Dia menjawab,”Ya.”
Didalam riwayat lain yang diriwayatkan dari Hudzafah bin al Yaman dari Nabi saw bersabda,”Sesungguhnya jika seorang mukmin bertemu dengan mukmin lainnya kemudian dia mengucapkan salam lalu berjabat tangan dengannya maka luruhlah dosa-dosa mereka berdua sebagaimana luruhnya daun-daun pepohonan.” (HR. Thabani)

Sedangkan hukum seseorang yang berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya adalah :

1. Berjabat tangan dengan lawan jenis dari kalangan orang yang sudah tua yang sudah tidak memiliki ketertarikan kepada lawan jenisnya :

Para ulama Hanafi dan Hambali membolehkannya selama jabatan tangan itu aman dari fitnah diantara mereka berdua. Mereka berargumentasi dengan riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah saw pernah berjabat tangan dengan ibu yang sudah tua.” karena pengharaman terjadi apabila khawatir akan memunculkan fitnah.

Para ulama Maliki mengharamkan seorang laki-laki yang berjabat tangan dengan seorang wanita asing (bukan mahramnya) walaupun wanita itu termasuk orang-orang yang sudah tua renta. Mereka berpegang dengan keumuman hadits yang secara tegas mengharamkannya.
Para ulama Syafi’i secara umum mengharamkan adanya persentuhan kulit antara seorang laki-laki dengan wanita asing tanpa terkecuali orang-orang yang sudah tua.

2. Adapun berjabat tangan dengan seorang wanita muda yang bukan mahramnya maka para ulama Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dalam sebuah riwayat yang dipilih serta Ibnu Taimiyah mengharamkannya. Para ulama Hanafi mengkhususkan terhadap wanita muda yang terdapat perasaan suka padanya. Para ulama Hambali tidak membedakan antara dibalik pembatas seperti kain dan sejenisnya atau tidak.

Para fuqaha didalam mengharamkan berjabat tangan dengan wanita muda yang bukan mahramnya ini berargumentasi dengan hadits Aisyah yang mengatakan,”Para wanita mukminah apabila mereka berhijrah kepada Rasulullah saw maka mereka diuji dengan firman Allah :

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَن لَّا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئًا وَلَا يَسْرِقْنَ وَلَا يَزْنِينَ

Artinya : “Hai nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina.” (QS. Al-Mumtahanah : 12)

Aisyah mengatakan bahwa barangsiapa yang telah meneguhkan janji setia dari kalangan wanita-wanita yang beriman maka sesungguhnya dia telah meneguhkan ujian atasnya. Dan ketika para wanita mukminah telah meneguhkannya dengan perkataan mereka maka Rasulullah saw berkata kepada mereka : “Pergilah sesungguhnya aku telah membaiat kalian.” Dan demi Allah tangan Rasulullah tidaklah menyentuh tangan seorang wanita pun akan tetapi dia membaiat mereka dengan perkataan.

Aisyah berkata,”Demi Allah tidaklah Rasulullah saw memilih para istri kecuali dengan perintah dari Allah swt dan tidaklah telapak tangan Rasulullah saw menyentuh telapak tangan seorang wanita pun. Adapun yang beliau katakan ketika membaiat para wanita mukminah adalah,”Sungguh aku telah membaiat kalian semua dengan perkataan.”

Didalam hadits yang diriwayatkan dari Ma’qal bin Yasar bahwa Rasulullah saw bersabda,”Sesungguhnya jarum besi yang ditusukkan ke kepala seorang dari kalian lebih baik baginya daripada menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya.” Dan hadits ini menunjukkan pengharaman hal itu karena didalamnya disebutkan ancaman keras bagi orang yang menyentuh seorang wanita yang tidak halal baginya dan tidaklah diragukan bahwa berjabat tangan adalah bagian dari menyentuh.

Dalil mereka yang lain adalah menganalogikannya dengan memandang wanita asing. Sesungguhnya hal itu diharamkan sebagaimana kesepakatan pada fuqaha apabila dilakukan secara sengaja dan tanpa ada sebab yang disyariatkan, sebagaimana adanya pelarangan hal itu di beberapa hadits shahih.

Penaganalogian itu pada sisi bahwa diharamkannya memandang itu dikarenakan memandang adalah salah satu sebab terjadinya fitnah. Menyentuh dengan berjabat tangan adalah lebih besar pengaruhnya didalam jiwa dan lebih dapat membangkitkan syahwat daripada hanya sekedar memandang dengan mata.

Imam Nawawi mengatakan,”Para ulama kami (madzhab Syafi’i) telah berpendapat bahwa setiap yang diharamkan untuk dipandangnya maka diharamkan untuk disentuhnya bahkan menyentuh itu jauh lebih berat, seperti dihalalkan bagi sseorang memandang seorang wanita asing apabila orang itu hendak menikahinya namun tidak diperbolehkan baginya untuk menyentuhnya.” (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 13949 – 13950)

Wallahu A’lam

Thursday, June 18, 2009

Indahnya jalan perjuangan

sudah sunnah orang berjuang.....

Berjuang menempah susah
Menanggung derita menungkah fitnah
Itulah gelombang hidup samudera duka
Seorang mujahid membela tauhid

Dipisah dia berkelkana
Dibelenggu dia uzlah menagih bina
Namun jiwa tetap mara memburu cinta
Membara demi allah dan rasulnya

Berjuang tak pernah senang
Ombak derita tiada henti
Tenang resah silih berganti
Inilah sunnah orang berjuang

Malamnya bagai rahib merintih sayu
Dihiris dosa airmata
Siangnya bagaikan sinar dirimba
Memerah keringat mencurah tenaga

Sudah sunnah
Berjuang ke jalan allah
Berjuang memang pahit
Kerana syurga itu manis
Bukan sedikit mahar yg perlu dibayar
Bukan sedikit pedih yg ditagih

Berjuang ertinya terkorban
Rela terhina kerna kebenaran
Antara dua jadi pilihan
Dunia yg fana atau syurga

Tuesday, June 16, 2009

Salam Rindu Buat seorang Murobbi..Murobbi selamanya

Dunia pergerakan Islam abad 20 kembali berduka, tokoh pergerakan Islam yang banyak buku-bukunya dibaca dan menjadi referensi para aktivis pergerakan Islam Indonesia diawal-awal tahun 80-90 an lalu maupun dunia Islam telah menghadap Robb nya.

Pemimpin Front Amal Islam - Syaikh Fathi Yakan yang juga seorang ulama terkenal dilaporkan telah meninggal dunia setelah mengalami sakit yang cukup parah, media Libanon melaporkan.
Front Amal Islam, sebelumnya menyangkal bahwa ustadz Fathi Yakan telah meninggal pada hari Sabtu kemarin, kata kantor berita Naharnet.

Stasiun radio Voice of Lebanon mengatakan bahwa Fathi Yakan meninggal di rumah sakit Hotel Deu dimana pada malam sebelumnya ia mengalami sakit parah.
Selain itu, banyak media Libanon telah mengatakan Fathi Yakan meninggal.

Syaikh Fathi Yakan seorang ulama Islam lahir pada tahun 1933 di Tripoli. Dia pernah menjabat sebagai anggota parlemen di Libanon pada tahun 1992.
Ia menjadi terlibat dalam kerja-kerja dakwah di Libanon pada pertengahan tahun 1950 an dan merupakan pelopor pembentukan gerakan Islam disana. Syaikh Fathi Yakan juga tidak terlepas dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir.

Salah satu bukunya yang cukup fenomenal yang terbit pada tahun 90an adalah Aids Haraky - sebuah buku yang banyak menyindir dan mengkritik gerakan-gerakan Islam yang terlalu banyak berbicara Politik daripada Islam itu sendiri.
Jasad Fathi Yakan akan dibawa ke Tripoli kota kelahirannya pada hari Ahad pagi ini. Waktu dan tempat pemakamannya akan diumumkan segera, demikian pernyataan tambahaan yang didapat oleh media.

Semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT...Amiin (fq/wb)

sumber from ERA MUSLIM

Friday, May 22, 2009

Raihlah cintaNYA


salam buat mawar yang sedang mewangi...



wahai saudari muslimah yang tercinta
lindungilah diri kita dengan duri-duri keimanan
agar bisa membunuh sesiapa saja yang cuba menghancurkan

cukuplah telinga ini sakit
hati kian berdarah
jiwa menjadi kian parah
melihat kemusnahan seorang demi seorang
dari hari ke hari
ada saja mawar yang tumpas

mataku bertambah pedih
tekak ku menahan perit
tika menatap wajah-wajah bayi tidak berdosa
terlantar tidak bernyawa
dibuang begitu saja

cukuplah wahai kaum muslimah
mari kita bangkit bersma
bersatu potensi saling membantu
di jalan dakwah
menyebarkan syiar cinta
syiar islam
yang indah untuk diterokai

disitu akan kita temui cinta
yang tiada tolak bandingnya
cinta itu sangat kuat
malah sangat dekat
tiada mengecewakan
ALLAH sentiasa memberi Cinta
sambutlah cintaNYA
kerana cintaNYA hakikat kebahagian

Raihlah cintaNYA

lazatnya iman

Tenangnya hidup kerana hati dapat merasai keindahan iman, lazat yummy..

Monday, April 27, 2009

Berakhirnya Agenda zionis


Salam.

Buat teman-teman yang ku cintai, marilah kita sama-sama menyertai konvensyen ini agar dapat menambah input dan masa yang sama memberi kekuatan buat kita. Janji Allah pasti, kemenangan itu juga pasti. marilah kita seiring dalam arus perjuangan untuk merealisasikan kemenangan yang Allah janjikan.


Berakhirnya Agenda Zionis

Maklumat lanjut boleh di rujuk disini www.kbaz.net

Hari : Sabtu

Tarikh : 9 Mei 2009 (14 jamadil Awal 1430 Hijriyah)

Masa : 8 pagi - 5 petang

Yuran Penyertaan: RM 10.

Seminar sehari ini menyaksikan kehadiran panel-panel hebat yang dijemput khas dari luar dan dalam negara. Butiran lanjut tentang Konvensyen ini adalah seperti berikut.

Seminar yang bertujuan mengumpulkan para belia dari seluruh pelusuk tahanair agar menghayati dan memahami isu ini turut akan mengadakan pameran dan jualan sepanjang berlangsungnya konvensyen. Dengan kerjasama Aman Palestin, antara panelis yang dijemput serta tidak asing dalam isu ini di peringkat antarabangsa adalah seperti Dr. Azzam al- Tamimi (London), Assoc. Prof Dr. Mohsen Salleh (Lebanon) dan juga Dr. Roslan Mohamad Nor.

Pendaftaran?
Penyertaan masih terbuka kepada semua. Kepada sesiapa yang berminat untuk menyertai konvensyen ini bolehlah mendaftarkan diri kepada nama-nama dibawah, tempat adalah terhad:
[Muaz: 013 3044180] - [ Zaizul: 019 6641406] - [ Dr. Kamil: 016 9490623] - [Dr. Kamsani: 013 6130189]
[Pn. Suriani: 019 6654746] - [Pn. Kamisah: 019 2796792]
e-mail: amanpalestin@yahoo.com
Website: http://kbaz.net/
Untuk keterangan lanjut, hubungi: Aman Palestin Berhad
[Tel(Office): 03 89267019] [Fax: 03 89259963] [Tel(Mobile): 017 2672122]

Berminat menaja?
Kepada sesiapa yang ada kelapangan wang ringgit atau mempunyai sahabat handai yang dermawan serta hartawan bolehlah menghulurkan derma bagi menjayakan program yang besar lagi bermakna kepada kita semua.
Derma bolehlah disalurkan kepada:
Aman Palestin Berhad
Bank Islam Malaysia Berhad: 12029010047880
Maybank Malaysia Berhad: 562263010787
Bank Muamalat Malaysia Berhad: 12070005133717

Oleh:
Zaizul Azizi Zaman
Ketua Biro Latihan
PEMBINA

BERAKHIRNYA AGENDA ZIONIS!

Tajuk di atas tentunya mengundang pelbagai persoalan. Antara persoalan-persoalan yang timbul: Apakah itu agenda zionis? Benarkah agenda zionis telah berakhir? Bagaimanakah ia berakhir? Siapakah yang bertanggungjawab menamatkan riwayat agenda zionis itu? Persoalan-persoalan ini bakal kita sama-sama teliti, fahami dan perhalusi dalam Konvensyen Berakhirnya Agenda Zionis, yang bakal diadakan pada 9 Mei bertempat di Dewan Merdeka, Pusat Dagangan Dunia Putra (PWTC).

Tema “’erakhirnya Agenda Zionis’ sememangnya telah dipilih dengan begitu teliti dan memiliki keunikan yang tersendiri. Secara lazimnya, apabila kita memperkatakan isu Palestin, akan tergambar di fikiran kita imej-imej kesengsaraan, penganiayaan dan kezaliman umat Islam Palestin yang seakan tiada pengakhirannya. Nasib yang menimpa rakyat Palestin yang menjadi pelarian di bumi sendiri, dinafikan hak, diperlakukan dengan kejam seolah-olah tiada harga diri, nilai nyawa yang sebegitu murah, dan kekejaman rejim zionis yang tidak mengenal mangsa sama ada wanita, orang tua atau kanak-kanak begitu menyayat hati. Ditambah lagi dengan suasana kemusnahan pasca serangan kejam pada awal tahun ini, wajarkah dikatakan Agenda Zionis telah berakhir? Inilah merupakan satu keunikan tema ini yang paling utama. Ia membicarakan isu konflik Israel-Palestine dari perspektif yang amat berbeza daripada lazimnya.

Antara elemen penting dalam agenda zionis adalah kewujudan ‘The Greater Israel’ atau yang kita terjemahkan sebagai ‘Israel Raya’. Projek Israel Raya merangkumi seluruh kawasan di antara Sungai Nil di Mesir dengan Sungai Euphrates yang merentasi bumi Iraq dan berpusat di Baitul Maqdis. Agenda ini begitu signifikan dalam keseluruhan agenda Zionis, sehingga ia dijadikan bendera bagi Negara haram Israel, dilambangkan melalui ‘Star of David’ di antara dua garisan biru. Konsep Israel Raya mula dicanangkan semasa Persidangan Zionis Sedunia di Basel, Switzerland pada 1897 oleh Theodore Hertzl. Antara resolusi persidangan itu ialah penubuhan Israel Raya dalam masa 100 tahun. Penubuhan Negara Haram Israel seolah-olah telah berjaya dicapai pada Mei 1948 dan diiktiraf oleh PBB melalui resolusinya. Benarkah zionis telah hampir berjaya? Kita bukan sahaja meyakini bahawa agenda Israel Raya ini akan gagal dan berakhir, malah kita meyakini bahawa penubuhan Negara Israel itu sendiri masih belum berjaya. Hakikatnya, Israel masih digelar sebagai Negara Haram Israel oleh jiran-jiran mereka. Tragedi Gaza baru-baru ini juga membuktikan kepada kita bahawa Israel Raya tidak akan menjadi realiti, bahkan penduduk Gaza yang serba kekurangan itu telah mampu mencabar penguasaan Israel ke atas rantau Asia Barat.

Mengembalikan Izzah Umat

Perbicaaran isu Palestin dari perspektif ini diharapkan akan memberikan harapan baru kepada umat Islam seluruh dunia. Sejak kejatuhan Kerajaan Islam Uthmaniyah pada awal kurun yang lalu, umat Islam di seluruh dunia telah ditindas dengan penjajahan dan pelbagai bentuk kezaliman dan penganiayaan. Kesan daripada rentetan kezaliman ini begitu ketara sehingga nilai-nilai negatif seperti perasaan lemah, tertindas dan teraniaya seolah-olah telah sinonim dengan umat Islam. Sekiranya ada kelompok umat yang bangkit pun mereka akan dicop sebagai pengganas. Hakikat ini seakan telah berjaya dipaksakan ke atas umat Islam dengan propaganda yang pelbagai bentuk dan konflik-konflik yang bersilih-ganti di seluruh dunia umat Islam. Kemegahan dan kejayaan umat selama ribuan tahun ditenggelamkan dan menjadi sejarah yang dilupakan. Isu Palestin yang menjadi isu induk umat Islam yang terus berjalan tanpa penyelesaian hampir seabad lamanya. Berakhirnya agenda zionis merupakan penyelesaian kepada isu umat Islam Palestin secara khusus, dan umat Islam di seluruh dunia secara amnya.

Konvensyen ‘Berakhirnya Agenda Zionis’ bakal merungkai tanda-tanda akan berakhirnya agenda zionis dan tanda-tanda kemenangan umat Islam. Beberapa hadis yang kita selalu dengar tentang kemenangan umat Islam menggambarkan bahawa Zionis bakal dikalahkan dengan kedatangan Nabi Isa, turunnya Imam Mahdi, atau apabila ‘bercakapnya pokok-pokon dan batu-batu’. Kita meyakini kebenaran hadith-hadith ini. Namun kita amat tidak bersetuju dengan pihak-pihak yang menggunakan hujah hadith-hadith sebegini untuk mengambil sikap tunggu dan lihat. Kita meyakini sunnatullah bahawa kemenangan tidak akan datang bergolek. Setiap individu Islam wajib berusaha sehabis baik mengikut cabang kemampuan masing-masing bagi menyiapkan barisan umat yang akan beroleh kejayaan. Konvensyen ini bakal menjelaskan apakah peranan umat dalam isu ini, di samping memberi keyakinan bahawa Zionis bukanlah gerakan yang tidak akan tertewas.

Mencabar Zionis di Medan Mereka

Mencanangkan ‘Berakhirnya Agenda Zionis’ merupakan satu lambang kesungguhan dan keberanian. Ini merupakan satu keberanian mencabar Zionis di peringkat antarabangsa, di medan yang mereka kuasai iaitu media dan propaganda. Zionis telah lama menggunakan propaganda media untuk menanamkan kegerunan seluruh dunia terhadap kuasa mereka. Asia Barat seolah-olah berada di bawah telunjuk mereka dengan mereka mewar-warkan kecanggihan teknologi ketenteraan yang mereka miliki yang dikatakan tiada tandingan di rantau itu. Malah badan dunia seperti PBB tidak mampu berbuat apa-apa apabila resolusi demi resolusi yang dikeluarkan tidak diendahkan oleh Israel. Zionis seakan-akan berjaya mengelabui pandangan dunia dalam menjustifikasikan kewujudan Negara haram Israel melaui propaganda tragedi “Holocaust”, penipuan ilmu sejarah dan pemalsuan artifak-artifak arkeologi.

Kita ingin mengatakan bahawa satu-persatu penipuan ini sedang diselongkar dan dibongkarkan. Semakin banyak pihak mempersoalkan kedahsyatan peristiwa holokaus yang sengaja diperbesar-besarkan. Semakin banyak pihak mempersoalkan tindakan kejam Israel ke atas orang awam, pencabulan hak asasi manusia serta kebenaran hujah ‘mempertahankan diri daripada seranga pengganas’ yang dipergunakan oleh Israel. Agenda Zionis akan berakhir!

Cahaya di Hujung Terowong
Sesungguhnya, kita meyakini bahawa tanda-tanda kehancuran zionis telah bermula, Bukti-buktinya kian jelas dan telah terbongkar satu persatu. HAMAS dan umat Islam di Gaza adalah satu bukti nyata akan kehancuran Israel. Kita mahu supaya seluruh dunia Islam melihat Gaza sebagai umat contoh, dan segala kezaliman dan kekejaman tidak akan melemahkan semangat kita. Kita ingin supaya Gaza menjadi pembakar semangat dan pencetus kebangkitan Islam seluruh dunia, dalam menuntut kembali hak-hak mereka, mengangkat agama Islam ini ke tempat yang sewajarnya. Tiada kekuatan yang akan mampu mengalahkan gerakan ini, tiada benteng yang akan dapat menghalang arus ini.
Cengkaman Yahudi di medan-medan lain jugak akan tercabar satu persatu. Krisis ekonomi seluruh dunia mula menyebabkan banyak pihak mempersoalkan sistem ekonomi kapitalis yang di dokong Yahudi. Kita melihat semakin banyak tumpuan diberikan kepada sistem ekonomi alternatif khasnya sistem berlandaskan syariah.

Konvensyen Berakhirnya Agenda Zionis ini juga bakal mencungkil tanda-tanda kehancuran Zionis yang berpandukan Kitab Taurat itu sendiri. Penulis Arab, Safr Abdul Rahman Al-Hiwali dalam bukunya ‘Hari Kemurkaan: Adakah Bermula Dengan Intifadhah Rejab’ menerangkan bahawa Kitab Taurat menggambarkan bahawa orang Yahudi bakal dikumpulkan di suatu tempat untuk menerima balasan Allah terhadap kezaliman mereka sejak zaman-berzaman. Buku ini membincangkan adakah hari kemurkaan telah bermula dengan berlakunya Intifadhah Rejab, iaitu intifadhah yang tercetus selepas Ariel Sharon mencemari perkarangan Masjid Al-Aqsa pada 28 September 2000 dengan menjejakkan kaki di dalamnya. Maklumat lanjut berkenaan Hari Kemurkaan ini, akan kita bincangkan dalam konvensyen kita nanti.
Inilah Jihad Kita
Umat Islam di Palestin telah melaksanakan jihad mereka. Mereka berjihad dengan batu, senjata dan darah. Mereka sanggup mengorbankan nyawa dan anak-anak mereka untuk semata-mata mepertahankan tanah waqaf umat Islam. Bagi kita, inilah jihad kita, jihad dengan ilmu, harta dan segenap yang kita ada. Jihad kita di antaranya adalah untuk menghidupkan kesedaran dalam diri umat ini untuk bangkit dan memberikan sumbangan mereka sedaya-upaya mereka. Jihad kita adalah dengan perang psikologi menentang propaganda Yahudi. Jihad kita adalah dengan pena, suara dan minda. Jihad kita ialah berusaha untuk kembali kepada sumber kekuatan kita; ia adalah agama Islam yang telah mengangkat darjat umat terdahulu.

Jihad kita baru sahaja bermula!

Ayuh bersama-sama dengan PEMBINA dalam jihad ini!

copy from Website: http://kbaz.net/